Berkata-kata memang sangat mudah, tetapi bagai mana dengan menyampaikannya? Itu dia sob.

Ada banyak orang yang pandai berkata-kata menurut survei saya sendiri, tetapi ujung-ujungnya malah tidak menyatukan atau membangun.

Justru malah sebaliknya menjatuhkan dan meruntuhkan fondasi-fondasi kehidupan, persahabatan, dan persatuan lain. Seperti itukah cara berkata-kata menurut versi anda sob?

Jelas semua orang berbeda dan setiap orang juga berbeda. Namun, makna dari kata-kata tidak dapat di ubah, yaitu umumnya hanya terbagi dua bagian.

Positif dan negatif, baik dan buruk, meruntuhkan dan membangun, merusak dan memperbaiki. Hanya ada terbagi dua makna kata sob.

Tetapi terkadang kita menambahkannya untuk menyempurnakan kata dalam keseharian. Sehingga menjadi panjang lebar. Itu yang di sebut "bercerita"

Saya rasa, anda tahu itu.

Ada banyak hal yang hancur hanya karna perkataan yang tidak beranugrah, yang marah, yang kritisi, yang menghancurkan bukan malah membangun.

Perhatikan; "hendaklah kata-katamu senantiasa", senantiasa, bukan karna saat suasana hati sedang gembira atau baik. Senantiasa, bukan karna ketika kita lagi dapat bonus.

"hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih" waww keren. Kata-kata ini sungguh sangat menjadi motivasi saya dari dahulu sob.

Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, sehingga kamu tahu bagai mana kamu memberi jawab pada setiap orang.

Seseorang yang tidak dapat saya sebutkan namanya, mengatakan "masukan bumbu biar enak" bisa juga.

Ada beberapa orang yang bilang "anda tahu? Aku akan langsung mengatakan yang sebenarnya, Aku akan katakan A/A dan B/B.

Jangan,, anda akan merusasak suatu hubungan dan membuat orang tidak ingin bersama dengan anda. Dia akan membenci dan tidak mau berteman lagi dengan anda, itu salah.

Jika anda ingin mengoreksi anak lakukan dengan penuh kasih, jika anda harus menegur seseorang, lakukan dengan penuh kasih. Jika anda harus menegur sanak saudara, lakukan dengan penuh kasih.

Di bumbui, kita membuatnya enak dan tidak menyakiti hati seseorang sama sekali. Kita dapat mengaturnya tempramennya dengan memberinya bumbu biar enak.

Ini bukan berarti anda mencoba untuk mengubah esensi pesannya, tapi kita harus membumbuinya dengan berbagai anugrah, dan perkataan yang beranugrah. Yang membangun dan menyatukan dan lain sebagainya.

Karna kita tidak tahu apa yang sedang mereka hadapi, dan apa yang sedang mereka alami. Kita tidak pernah tahu latar belakang mereka yang sebenarnya apa. Tiba-tiba kita langsung masuk.

Kita bisa saja di pakai oleh alat "iblis" untuk menghancurkan seseorang dengan berbagai macam perkataan yang tidak membangun dan berbagai macam perkataan lainnya.

Untuk itu, kita belajar untuk membumbui perkataan kita sehari-hari, Agar tidak semakin banyak kehancuran lewat perkataan yang tidak beranugrah.

Agar seseorang tidak membenci kita, teman, keluarga, dan sanak saudara kita sekalipun senang dengan setiap kata yang kita ucapkan sehari-hari.

Belajar membangun fondasi dengan lewat perkataan dan ucapan kita. Membangun fondasi persaudaraan, membangun fodasi persahabatan dengan teman-teman dan membangun fondasi kekeluargaan.

Jaga perkataan anda, bumbui dengan anugrah, atur tempramennya agar bagai mana bisa tetap menyatukan menguatkan dan membangkitkan.


happy blogging...




Penulis

Watriman Bago




***

katamu.jpeg