Sesuatu bukanlah dilihat dari bagai mana latar belakangnya, tetapi bagai mana cara masuk dan mencobanya


Terkadang Seseorang sudah menjatuhkan fonis pada dirinya sendiri, bahwa ia tidak akan mampu untuk melakukan sesuatu yang dimana tidak biasa di lakukan oleh orang lain. Atau, terkadang juga seseorang itu, sudah memfonis sesuatu, atau suatu hal yang dimana menurutnya tidak akan berkembang dengan baik.

Di karenakan, karna ia sudah tau dan bisa melihat jauh-jauh hari dari sebelum ia bergerak untuk melakukan sesuatu hal yang dimana dia tidak akan mampu untuk melakukan hal tersebut.

Atau, bisa juga dikarenakan, karna ia sudah melihat dan banyak mengetahui latar belakang tentang suatu hal tersebut, bahwa itu tidak akan bangkit dan bertahan lebih lama. Sehingga ia, dapat menjatuhkan fonis pada suatu hal tersebut, tanpa melihat sejauh mana itu akan berlangsung.

Baik itu dengan pribadinya sendiri, yang dimana ia suadah memfonisnya tanpa harus mencoba dan menjalaninya terlebih dahulu.

Saya sendiri sering menyebutnya sebagai fonis. Mungkin itu kata yang sedikit berbeda dan bertantangan dengan kata dan cara penulisannya. Tetapi, menurut saya ini sangat simpel dan keren, bila di gabung dengan pembahasannya yang kian lama kian kedalam. Bukan keluar.

Hal yang seperti ini, sungguh sangat memprihatinkan bagi saya terhadap cara seseorang. Dari paragraf awal yang di tulis yang dimana seseorang itu sudah menyatakan bahwa dirinya itu tidak mampu untuk melakukan hal tertentu, tanpa harus mencoba dan menjalaninya terlebih dahulu.

Lebih memprihatinkan lagi! saat seseorang itu menyatakan terhadap sesuatu hal tersebut yang dimana itu akan hanya jalan di tempat dan tidak akan berkembang seperti yang ia harapkan, atau tidak seperti yang mereka harapkan. Jelas ini sangat memprihatin kan.

Teringat beberapa hari lalu, saya menerima satu pesan e-mail dari seseorang yang tidak bisa saya sebutkan namanya. Tapi, yang jelas itu dari seorang penulis senior yang lebih berpengalaman dari saya.

Darimana saya tau kalau dia adalah sosok penulis senior? Jelas saya mengetahui dari setiap kutipan dan setiap kata yang ia tuliskan. Setiap penulis pasti tahu dengan hal itu, bukan hanya saya sendiri.

Seseorang berkata dalam pesan tersebut, kata yang sangat membuat jari dan semangat menjadi turun. Namun, jika cara seseorang menanggapi nya secara menjatuhkan fonis tanpa menjalani nya terlebih dahulu, maka bisa di pastikan, kalau dia akan terhenti di tengah jalan.

Sangat memprihatin kan, bila seorang teman! sebut saja dia teman saya, berkata kepada saya lewat pesan; "apa anda tidak salah membangun sebuah rumah dan membuat sebuah domain di sala-satu situs web ponsel gratis? Jika saya jadi anda, saya akan membuat rumah tempat saya berkarya di sebuah situs dan domain yang menjamin". Itu di tuju kan kepada saya.


Jelas, jawaban tentang hal yang seperti ini sangat menarik bagi saya sendiri. Dan pertanyaan yang seperti ini, saya sangat tertarik untuk menjawab nya dalam sebuah artikel menarik.

Hal yang menarik seperti ini, perlu kita ketahui besama-sama. ini jesas saja tidak menentukan bagai mana latar belakang seseorang, atau bagai mana latar belakang suatu hal tersebut. Tetapi, bagai mana cara kita untuk masuk terlebih dahulu dan memulai untuk memberikan yang terbaik di setiap dimana kita menempatkan diri.

Bukan di lihat dari latar belakangnya berbayar atau tidaknya, atau menjaminkah dia atau tidaknya, atau ramekah pengunjung dan usernya atau tidak, sehingga kita tergopo-gopo untuk menjatuhkan fonis tehadap suatu hal tersebut.

Tetapi, bagaimana caranya untuk mencoba dan memulainya. Dan bagai mana cara untuk memberi yang terbaik untuknya. Kita tidak bisa hanya melihat latar belakangnya, lalu menjatuhkan fonis yang setimpal dengan kemampuan nya.

Yang terpenting adalah, masuk dan mencoba, lalu berusaha agar bagaimana cara untuk memberi yang terbaik, sehingga dia atau suatu hal tersebut, bangkit dan bisa berkembang dengan cepat. Itu seharusnya yang menjadi PR kita.

Jika kita terlebih dahulu menjatuhkan fonis terhadap suatu hal tanpa harus masuk dan mencobanya terlebih dahulu, itu sungguh sangat memprihatin kan.


Terlebih-lebih jika kita sudah memfonis diri kita sendiri, kalau kita tidak akan mampu untuk masuk kedalam suatu hal tesebut, dan tidak akan mempu untuk melakukan satu hal yang tertentu, tanpa harus masuk dan mencobanya terlebih dahulu!, Bersiaplah untuk membuat sejarah sepanjang hidup anda.

Kita perlu masuk kedalamnya terlebih dahulu, lalu mencobanya, dan memberi yang terbaik agar suatu hal tersebut bisa bangkit dan berkembang. Bukan menyatakan, "kalau saya tidak bisa dan tidak akan mampu untuk melakukan sesuatu hal tertentu, berhubung dengan kemampuan saya yang terbatas dan tempat tersebut".

Kemampuan anda, dan tempat, itu tidak menjadi alasan untuk memfonis suatu hal, atau sesuatu tempat maupun diri anda sendiri. Tetapi, PR anda ialah; masuk kedalam suatu hal tersebut, lalu memberi yang terbaik dan mencoba untuk membuatnya lebih baik.

Jadi! untuk suatu hal itu maupun pribadi sendiri, tidak cukup jika hanya melihat lalu menyatakan sesuatu. Atau memfonisnya. Tempat, bukanlah menjadi masalah dan kendalanya sekarang. Tetapi, bagai mana cara anda masuk dan menenpatkan diri.

Cara kitalah yang menjadi kendala bagi suatu hal tersebut. Karna kita sudah terlebih dulu menjatuhkan fonis untuk kemampuan kita, atau untuk hal tersebut. Maka kita yakin, bahwa kita tidak akan bisa memberikan sesuatu untuk membangkit kan suatu hal tersebut.

Kita bisa saja mengubah latar belakang suatu hal tersebut, jika kita yakin kalau kita pasti bisa memberi yang terbaik, dan tidak bergantung pada suatu tempat. Tidak perlu, strategiskah tempat tersebut atau tidak.

Ada perbedaan disini, antara tempat dan diri kita sendiri. Dua-duanya, berlatar belakang yang sangat membutuhkan satu sama lain. Jadi anda tidak perlu jika hanya melihat latarnya, lalu menyatakan sesuatu.

PR penting, masuk dan memberi yang terbaik, agar lebih baik.



Penulis

Watriman Bago




***

29lbpuws4e.jpg