Kesusahan ibu, dapat aku rasa dan dapat terlihat jelas olehku sebagai sorang anak.

Meskipun terkadang ibu berusaha untuk kuat dan selalu menutupi semua beban dan kesusahan itu.

"ibu, apa yang harus aku lakukan untuk membantumu dalam membeban semua itu?"

Tetapi aku sungguh tak punya daya apapun untuk membantu ibu dalam melewati semua itu.

Ibu menghampiri ku sambil berkata, "tahun ini akan sama seperti tahun sebelumnya, yang akan penuh dengan tangis dan kesedihan yang mendalam"

Aku tahu, dalam hati ibu tak semudah itu untuk melupakan bayangan seorang anak dan seorang ayah untuk anaknya yang telah pergi dan tak akan pernah kembali.

Seharusnya, itu menjadi sebuah kewajibanku untuk membawa suasana hati ibu pada tahun ini untuk beranjak dari kesedihan. Tetapi aku telah gagal dalam memerankan semua itu.

"ibu, maafkanlah aku yang tidak bisa untuk membahagiakanmu dan membawamu kedalam suasana yang lebih baik dari sebelumnya".

Semakin dekat menjelang bulan baik akan tiba, semakin tak kuasa aku melihat ibu.

"ibu, kesedihan dan kesusahanmu dapat aku rasakan walau itu tak tampak dari raut dan kesedihanmu".

Aku memandang ke arah ibu yang tengah kuat untuk menyambut bulan baik yang akan tiba sebentar lagi, seolah ibu sudah mempersiapkan sesuatu untuk menyambut bulan baik ini.

"apa yang kamu pikirkan untuk menyambut bulan baik ini anakku?

Sedihku tak kuasa aku tahankan ketika mendengar ibu seolah sudah mempersiapkan sesuatu untuk bulan baik ini.

"ibu, betapa kuatnya dirimu dalam menjalani semua ini".

Betapa teguhnya hati ibu walau banyak yang harus ibu beban didalam pikirkan ibu.

"Apapun kesusahan dan kesedihan ibu, tak akan pernah di hiraukan demi anak-anak yang di sayangi dan di cintai".

Aku tahu, akulah kekuatan ibu selama ini. Tetapi aku sungguh banyak mengecewakan ibu selama ini, dan tak dapat membawa ibu beranjak kesuasana yang lebih baik dari sebelumnya.

"Bukan kemewahan dan kesenangan yang di harapkan seorang ibu dari anaknya, tetapi kebersamaan yang ibu harapkan dari anak-anaknya".

Aku tahu, ibu sangat senang bersama dan berkumpul dengan anak-anak dan keluarganya saat suasana menjelang bulan baik.

Dan ibu sangat senang dan bahagia jelang tibanya bulan baik, karna ibu dan aku bisa bersama di tahun dan bulan yang penuh rahmat.

"ibu tidak mengharapkan suatu hal yang sangat besar dari anak-anak ibu, namun ibu sangat senang karna bisa bersama dengan anak ibu disuasana seperti ini. Meskipun watriman keadaannya seperti ini, namun ibu sangat bahagia bisa bersamamu".

Tangisku tak kuasa kutahankan di hadapan ibu, "aku juga sangat bahagia karna masi punya kesempatan untuk bersama dengan ibuku sayang".

Ibu memelukku penuh kasih sayang dan cinta seorang ibu kepada anaknya.

Tak kuasa air mataku menetes dan membuat jariku terhenti untuk menulis, "ibu, ini untukmu, aku persembahkan ungkapan ini khusus untukmu".

"Bagai manapun keadaan seorang anak, namun ibu tetap sangat menyayanginya dan mencintainya".

"Bagai manapun kesusahan seorang ibu, namun ia akan tetap kuat saat berada dan berkumpul di tengah anak-anaknya".

Meskipun ibu dan aku saling membeban suatu beban yang sangat berat, namun kami seolah sudah mempersiapkan sesuatu untuk menyambut bulan baik yang sebentar lagi akan tiba.

"Ibu, tahun ini maafkan aku yang tidak bisa membawamu kedalam suasana yang lebih baik dari yang sebelumnya".

"Ibu, aku sangat mencintai dan menyayangimu"



Kesan:


Ungkapan yang anda baca barusan, terkait sangat berat dalam perasaan yang saat ini sedang di alami dan dirasakan saat ini oleh penulisnya.

Namun berhasil di ringkas dengan singkat menjadi suatu ungkapan, agar melegahkan perasaan dan dapat menyampaikan sedikit tentang ibu yang ku cintai. Karna ibu adalah segalanya untukku, dan untuk kita semua .



Penulis

Watriman Bago




***

c7g7nslz-400x400.jpeg